You are here
Home > Liga Indonesia > Semen Padang Ingin Regulasi Marquee Player Dihapus Musim Depan

Semen Padang Ingin Regulasi Marquee Player Dihapus Musim Depan

semen padang

Semen Padang meminta agar PSSI dan operator Liga 1 musim depan tidak lagi menggunakan regulasi pemakaian marquee player, yang selama ini menimbulkan pro dan kontra. Manajemen Tim Kabau Sirah menganjurkan otoritas liga merujuk pada aturan pemain asing dari AFC.

Tidak dipungkiri lagi, pada Liga 1 musim ini, terdapat beberapa regulasi yang cukup aneh dikeluarkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator dan PSSI. Awalnya seluruh tim kontestan diharuskan memainkan tiga pemain U-23 pada tiap-tiap laga sepanjang putaran pertama. Anehnya ketentuan itu dihapuskan setelah ajang SEA Games 2017 selesai.

Liga 1 2017 pun punya aturan baru soal pemain asing berlabel marquee player. Di mana pemain tersebut tidak masuk dalam kuota pemain asing 2 (non Asia) + 1 (Asia). Banyak tim yang kemudian memanfaatkan ketentuan ini supaya dapat menggunakan empat legiun asing di tim mereka.

Padahal, aturan kuota pemain asing dari AFC sendiri adalah 3 (non Asia) + 1 (Asia). Pihak Semen Padang pun  menginginkan Liga 1 musim depan merujuk pada regulasi baku dari AFC tersebut.

“Untuk tahun depan, Semen Padang mengharapkan Liga 1 mengacu pada regulasi dari AFC. Hal ini tentu beralasan, lantaran regulasi yang sama juga tetap terpakai ketika ada tim Indonesia yang bertanding di kompetisi level Asia,” tutur manajer Semen Padang, Win Bernadino, pada Senin (9/10/2017).

“Bagi kami, regulasi marquee player belum terasa cocok. Kita dapat lihat bahwa nyaris semua marguee player di Liga 1 tidak jauh kualitasnya dengan para pemain lokal. Kebintangan mereka juga tidak terang,” lanjutnya.

agen bola terpercaya

“Mereka yang pernah merasakan atmosfer Piala Dunia atau kompetisi elite dunia serta sudah tidak lagi produktif ramai-ramai bermain di Indonesia. Tentunya kualitas mereka sudah tak sebagus dahulu lagi. Klub-klub di Liga 1 secara khusus memang terbantu. Tetapi sepakbola Indonesia tak memperoleh apa-apa, terkecuali pengeluaran tim yang membengkak,” ujar Win Bernadino.

Artikel Lainnya
Top