You are here
Home > Liga Indonesia > Kartu Merah Jad Noureddine Bikin Pelatih Arema FC Kecewa

Kartu Merah Jad Noureddine Bikin Pelatih Arema FC Kecewa

pelatih arema

Aji Santoso tak dapat sembunyikan kekecewaannya ketika Arema FC dipermalukan Persela Lamongan 0-4 di Stadion Surajaya, Lamongan, hari Minggu (21/5) lalu. Yang lebih bikin pelatih Singo Edan itu merasa jengkel adalah karena aksi bek asing Arema, Jad Noureddine, yang mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-89.

Eks penggawa Pusamania Borneo FC itu pun mesti menepi di laga berikutnya saat Arema menjamu Mitra Kukar (28/5) di Stadion Kanjuruhan, Malang. Hal semacam itu menambah panjang daftar stoper yang mesti absen lantaran Arthur Cunha dan Bagas Adi masih belum pulih 100% dari cedera mereka.

“Saya kira apa yang dilakukan Jad itu tidak perlu. Jika ia pemain yang profesional, harusnya ia tidak melakukan pelanggaran seperti itu jika telah mendapatkan kartu kuning pada babak pertama,” keluh Aji.

Dalam laga kontra Persela tersebut, Jad Noureddine memang bermain kurang penuh. Gol kedua dari Ivan Carlos adalah contohnya, yang mana merupakan buah dari kekeliruannya dalam melakukan sapuan.

Tak cuma itu, Jad sekian kali dapat beradu secara fisik dengan Ivan Carlos hingga ia terpancing emosi dalam laga itu. Walau sebenarnya, penggawa asal Lebanon ini bermain cukup tangguh serta cukup disiplin dalam bertahan.

agen bola terpercaya

Akan tetapi, Aji menilai kalau performa Jad dan jajaran bek Arema memang kurang maksimal. Absennya Arthur dan Bagas tak dipungkiri telah menjadi kehilangan besar, hingga lawan dapat dengan gampang menembus pertahanan Singo Edan.

Kalau Arthur dan Bagas masih belum sembuh di laga berikutnya, serta Jad mendapatkan sanksi larangan bertanding, bukanlah mustahil kalau Arema akan kembali menjadi bulan-bulanan pada saat melayani Mitra Kukar. Pasalnya pemain yang tersisa merupakan bukanlah berposisi asli sebagai stoper.

Hal semacam ini menjadi satu ironi tersendiri di kubu Arema. Sesudah empat pertandingan bermain dengan pertahanan paling baik, saat ini mereka malah menjadi klub pertama yang menerima kekalahan paling besar di Liga 1.

Artikel Lainnya
Top