You are here
Home > LIga Uefa Champion > Kesalahan Taktik yang Hancurkan Impian PSG

Kesalahan Taktik yang Hancurkan Impian PSG

unai emery

Mungkin tidak banyak yang memperkirakan Barca dapat melakukan comeback mustahil usai menerima kekalahan 0-4 atas Paris Saint-Germain di Parc de Princes. Akan tetapi kemenangan 6-1 Barca atas PSG di Camp Nou menjadi bukti kalau tidak ada yang mustahil dalam sepakbola. Bahkan ini disebut-sebut sebagai salah satu comeback paling baik dalam sejarah Liga Champions.

Pada pertandingan Kamis (9/3) dinihari WIB, Barca bermain sangat menguasai. Menurut catatan Whoscored, penguasaan bola Barca meraih 77 persen, berbanding 23 persen milik PSG.  Situasi itu disebabkan karena PSG memilih bermain defensif pada pertandingan ini.

Berbekal keunggulan 4-0 pada leg pertama ternyata membuat pelatih, Unai Emery, tidak terlalu intens dalam melakukan penyerangan. Akan tetapi taktik itu malah jadi bumerang dan menghancurkan timnya sendiri.

“Garis pertahanan kami begitu dalam, serta mereka membuat banyak peluang. Kami membuat kekeliruan atas dua gol yang tercipta di babak pertama,” ujar Unai Emery.

Pada pertandingan semalam, garis pertahanan PSG memang jadi pembeda dari taktik PSG biasanya. Tekel yang proaktif dikerjakan oleh para pemain Les Parisiens guna mengacaukan build-up serangan Barca, dengan operan pendek.

Akan tetapi di leg kedua ini para pemain PSG lebih sabar menanti serangan Barca mendekati ruang defensive third. Baru mereka melepaskan tekel dan memberi ancaman untuk mencuri bola. Adapun keseluruhan tekel yang dikerjakan PSG pada pertandingan berjumlah 32 kali. Bahkan mereka juga tak acuh terhadap tiap-tiap terjangan yang berbuah kartu kuning.

Akan tetapi, garis pertahanan yang terlalu rendah ini membuat Barca jadi seringkali mendekati kotak penalti PSG. Makin dekat ke gawang, makin banyak pula peluang yang dibaut Barca. Belum lagi ada beberapa pelanggaran yang terjadi di posisi-posisi berbahaya.

Sebenarnya taktik Emery itu cukup membuat Barca kesusahan membuat peluang dari situasi open play. Bahkan dua gol pada fase pertama terwujud lewat kemelut yang berlangsung di depan gawang PSG. Sementara pada paruh kedua, dengan strategi yang nyaris tidak ada perubahan, Barca malah makin leluasa melakukan penguasaan di daerah pertahanan PSG.

judi bola teerpercaya asia9 Judi online terpercaya k7bet
Artikel Lainnya
Top