You are here
Home > Liga Indonesia > Juara Kedua, Bonus Timnas Indonesia Terlalu Besar?

Juara Kedua, Bonus Timnas Indonesia Terlalu Besar?

timnas indonesia

Gelaran piala AFF 2016 memang telah usai. Indonesia kembali gagal pecah biji di partai final. Sedangkan Thailand berhasil memperkuat dominasinya di Asia Tenggara dengan tambahan satu trofi AFF di lemari juara. Meski begitu, kita masyarakat Indonesia juga patut berbangga dengan torehan prestasi Tim Nasional Indonesia.

Biarpun hanya berakhir sebagai runner-up, bonus tetap menjadi jaminan presiden Joko Widodo untuk seluruh punggawa Tim Nasional. Usai menghadiri undangan acara makan malam, Presiden Jokowi menjanjikan bonus untuk seluruh pemain dan ofisialnnya. Nilai bonus yang dikucurkan terhitung cukup lumayan. Angka 200 juta mampir ke rekening masing-masing pemain.

Namun kabarnya, belum semua pemain mampu merasakan kucuran bonus tersebut. Ada tiga pemain, yakni, Stefano Lillipaly, Boaz Salossa, Teja Paku Alam yang belum mendapat bonus tersebut karena masalah administrasi.

Setelah ada pemberesan data, bonus tersebut bisa ditransfer ke rekening Boaz dan Stefano Lillipaly. Tapi, tidak untuk Teja Paku Alam. Ia masih tersandung masalah administrasi.

Selain itu, sang pelatih Alfred Riedl kabarnya juga belum mendapat kiriman bonus. Pejabat kemenpora mengatakan bahwa pria asal Swiss itu belum memegang rekening Bank Nasional.

Besaran yang cukup fantastis untuk tim dengan label runner up kompetisi Asia Tenggara. 200 Juta itu besaran bonus pemain. Kabarnya ofisial dan jajarannya juga kena imbas bonus, menurut rumor angka 150 juta jadi besaran yang akan diberikan. Total dari bonus untuk seluruh Tim Nasional beserta anggota dan jajarannya mencapai nilai 5,7 milliar. Fantastis!

Artikel Lainnya
Top